REFORMASI

REFORMASI

 Pada awalnya, Orde Baru lahir sebagai bentuk koreksi total terhadap penyimpangan yang dilakukan Orde Lama. Orde ini, bertekad akan melaksanakan Pancasila dan UUD 1945 secar murni dan konsekuen. Namun dalam perkembanagnnya tidak dapat tercapai sepenuhnya. Sehingga Orde Baru harus jatuh.

Latar belakang berakhirnya/jatuhnya orde baru :

Krisis Politik

Pemerintah orde baru, meskipun mampu mengangkat Indonesia dari keterpurukan ekonomi dan memberikan kemajuan, gagal dalam membina kehidupan politik yang demokratis, terbuka, adil, dan jujur. Pemerintah bersikap otoriter, tertutup, dan personal. Masyarakat yang memberikan kritik sangat mudah dituduh sebagai anti-pemerintah, menghina kepala negara, anti-Pancasila, dan subversive.Sikap yang otoriter, tertutup, tidak demokratis, serta merebaknya KKN menimbulkan ketidakpercayaan masyarakat. Gejala ini terlihat pada pemilu 1992 .Apalagi setelah Soeharto terpilih lagi sebagai Presiden RI 1998-2003, suara menentangnya makin meluas dimana-mana. Karena tekanan yang luar biasa dari para mahasiswa, tanggal 21 Mei 1998 Presiden menyatakan berhenti dan diganti oleh wakilnya B.J.Habibie.

Krisis Ekonomi

Sejak Juli 1997, Indonesia mulai terkena krisis tersebut. Nilai rupiah terhadap dollar Amerika terus menurun. Akibat krisis tersebut, banyak perusahaan ditutup,Selain itu, daya beli menjadi rendah dan sulit mencari bahan-bahan kebutuhan pokok.Sejalan dengan itu, pemerintah melikuidasi bank-bank yang bermasalah serta mengeluarkan KLBI (Kredit Likuiditas Bank Indonesia) untuk menyehatkan bank-bank yang ada di bawah pembinaan BPPN. Dalam praktiknya, terjadi manipulasi besar-besaran dalam KLBI sehingga pemerintah harus menanggung beban keuangan yang semakin besar. Selain itu, kepercayaan dunia internasional semakin berkurang dengan banyaknya perusahaan swasta yang tak mampu membayar utang luar negeri yang telah jatuh tempo.Pemerintah tanggal 12 Mei 1998 mengumumkan kenaikan BBM dan ongkos angkutan. Dengan itu, barang kebutuhan ikut naik dan masyarakat semakin sulit memenuhi kebutuhan hidup.

Krisis Sosial

Krisis politik dan ekonomi mendorong munculnya krisis dalam bidang sosial. Ketidakpercayaan masyarakat terhadap pemerintah serta krisis ekonomi yang ada mendorong munculnya perilaku yang negatif dalam masyarakat. Akibat kerusuhan di Jakarta dan Solo tanggal 13, 14, dan 15 Mei 1998, perekonomian kedua kota tersebut lumpuh untuk beberapa waktu karena banyak swalayan, pertokoan, pabrik dibakar, dirusak dan dijarah massa. Beban masyarakat semakin berat serta tidak ada kepastian tentang kapan berakhirnya krisis tersebut sehingga menyebabkan masyarakat frustasi. Kondisi tersebut membahayakan karena mudah diadu domba, mudah marah, dan mudah dihasut untuk melakukan tindakan anarkis.

Ketidakadilan yang dialami masyarakat sehingga memunculkan krisis kepercayaan kepada pemerintah sehingga mendorong lahirnya gerakan reformasi. Karena kondisi tersebut akhirnya jatuhlah  Orde baru dan muncullah Reformasi yang dipimpin oleh Presiden B.J.Habibie.

Latar belakang munculnya reformasi:

Bidang Politik

Munculnya reformasi di bidang politik disebabkan oleh adanya KKN, ketidakadilan dalam bidang hukum, pemerintahan orde baru yang otoriter (tidak demokratis) dan tertutup, besarnya peranan militer dalam orde baru, adanya 5 paket UU serta munculnya demo mahasiswa yang menginginkan pembaharuan di segala bidang.

Bidang Ekonomi

Munculnya reformasi di bidang ekonomi disebabkan oleh adanya sistem monopoli di bidang perdagangan, jasa, dan usaha. Pada masa orde baru, orang-orang yang dekat dengan pemerintah akan mudah mendapatkan fasilitas dan kesempatan, bahkan mampu berbuat apa saja demi keberhasilan usahanya.Selain itu juga disebabkan oleh krisis moneter. Krisis tersebut membawa dampak yang luas bagi kehidupan manusia dan bidang usaha. Banyak perusahaan yang ditutup sehingga terjadi PHK dimana-mana dan menyebabkan angka pengangguran meningkat tajam serta muncul kemiskinan dimana-mana dan krisis perbankan.

Bidang Sosial

Krisis ekonomi dan politik pada masa pemerintahan orde baru berdampak pada kehidupan sosial di Indonesia. Muncul peristiwa pembunuhan dukun santet di Situbondo, perang saudara di Ambon, peristiwa Sampit, beredar luasnya narkoba, meningkatnya kejahatan, pembunuhan, pelacuran. Hal tersebut membuat diperlukannya tindakan yang cepat dan tepat.

Berakhirnya masa jabatan Presiden Soeharto

Menghadapi tuntutan dari berbagai pihak agar Soeharto turun dari jabatannya, Presiden Soeharto mengadakan pertemuan dengan sembilan tokoh masyarakat. Dalam pertemuan tersebut, Presiden Soeharto menyatakan akan mengadakan reshuffle (penggantian) Kabinet Pembangunan VII menjadi kabinet Reformasi serta membentuk Komite Reformasi.

Pada 21 Mei 1998, pukul 09.00 DI Gedung Istana Merdeka Presiden Soeharto akhirnya mendundurkan diri dari jabatan presiden. Ia digantikan oleh B.J Habibie yang sebelumnya menjabat sebagai wakil presiden.

Keesokan harinya,Presiden B.J Habibie mengumumkan susunan Kabinet Reformasi Pembangunan. Di dalam kabinet ini, presiden Habibie mengikutsertakan beberapa menteri yang berasal dari luar Golkar sebagai anggota kabinetnya. Meskipun begitu, masyarakat tidak begitu saja menerima karena pemerintah Presiden Habibie mesih dianggap sebagai kelanjutan dari kekuasaan orde baru. Sementara itu, pendukung reformasi menjadi terbagi dua, yaitu mendukung dan menolak pemerintahan Presiden Habibie.

Dalam kurun waktu setahun pemerintah B.J. Habibie telah mengadakan sejumlah langkah pembaruan politik maupun ekonomi. Kondisi krisis ekonomi yang demikian buruk telah memaksa presiden Soeharto untuk menandatangani 50 butir kesepakatan dengan International Monetary Fund (IMF) pada Januari 1998. Selanjutnya IMF mengucurkan bantuan sebesar US$40 milyar lebih kepada Indonesia dengn disertai syarat-sayrat tertentu. Sementara itu praktik Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) di kalangan para pejabat pemerintah dan pengusaha dalam kegiatan perekonomian nasional semakin banyak ditemukan buktinya.

Contoh tragedi yang terjadi pada era reformasi yaitu tragedi TRISAKTI.

Dampak reformasi bagi rakyat Indonesia :

· Pemerintahan orde baru jatuh dan muncul era reformasi. Namun reformasi dan keterbukaan tidak diikuti dengan suasana tenang, aman, dan tentram dalam kehidupan sosial ekonomi masyarakat. Konflik antar kelompok etnis bermunculan di berbagai daerah seperti Kalimantan Barat. Konflik tersebut dilatarbelakangi oleh masalah-masalah sosial, ekonomi dan agama.

· Rakyat sulit membedakan apakah sang pejabat bertindak sebagai eksekutif atau pimpinan partai politik karena adanya perangkapan jabatan yang membuat pejabat bersangkutan tidak dapat berkonsentrasi penuh pada jabatan publik yang diembannya.

· Banyak kasus muncul ke permukaan yang berkaitan dengan pemberian batas yang tegas pada teritorial masing-masing wilayah, seperti penerapan otonomi pengelolaan wilayah perairan.

· Pemerintah tidak lagi otoriter dan terjadi demokratisasi di bidang politik (misalnya: munculnya parpol-parpol baru), ekonomi (misalnya: munculnya badan-badan umum milik swasta, tidak lagi melulu milik negara), dan sosial (misalnya: rakyat berhak memberikan tanggapan dan kritik terhadap pemerintah).

· Peranan militer di dalam bidang politik pemerintahan terus dikurangi (sejak 2004, wakil militer di MPR/DPR dihapus).

Kelebihan Orde Lama:

  1. Indonesia berhasil merebut kemerdekaan
  2. Indonesia berhasil mempertahankan kemerdekaan Indonesa
  3. Indonesia berhasil merebut kembali Irian Barat
  4. Dilakukannya Pemilihan Umum untuk yang pertama kalinya.

Kekurangan Orde Lama:

  1. Banyaknya terjadi pemberontakan
  2. Seringnya terjadi pergantian kabinet
  3. Terjadinya krisis ekonomi
  4. Munculnya gerakan 30s pki yang sangat merugikan bangsa indonesia

Kelebihan Orde Baru:

  1. Pemerintah berhasil melakukan keberhasilan ekonomi dan peningkatan jumlah infrastuktur.
  2. melakukan pembangunan ekonomi.
  3. meningkatnya sarana dan prasarana fisik yang dapat dinikmati oleh sebgaian besar masyarakat indonesia.
  4. Gerakan 30 S PKI berhasil ditumpas
  5. Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong (DPR-GR) melakukan pembersihan terhadap anggotanya dengan memecat 65 orang anggotanya yang mewakili  PKI dan ormas-ormasnya.
  6. Indonesia menjadi anggota PBB
  7. Pemerintah berhasil melakukan penghentian konfrontasi dengan Malaysia
  8. Pemerintah berhasil menekan laju pertumbuhan penduduk
  9. Swasembada pangan

Kekurangan Orde baru:

  1. Kurangnya pembangunan mental para pelaksana pemerintahan.
  2. Korupsi, kolusi dan nepotisme (kkn) menjadi budaya para pejabat negara, aparat penegak hukum dan pengusaha.
  3. Indonesia terperangkap pada utang luar negeri yang besarnya mencapai US$137 Miliar.
  4. Adanya ketidakadilan di bidang politik, ekonomi dan hukum.
  5. Pemerintahan orde baru yang dipimpin oleh Presiden Soeharto tidak konsisten dan konsekuen terhadap tekad awal Orde Baru.
  6. Munculnya keinginan untuk terus menerus mempertahankan kekuasaannya.
  7. Sebagian anggota MPR diangkat berdasarkan hubungan kekeluargaan (nepotisme)
  8. Sekitar 40 lebih bank bermasalah dilikuidasi pemerintah
  9. Pertumbuhan ekonomi menjadi minus sekitar 20%-30%
  10. Sejak Juli 1997 ,nilai tukar rupiah terhadap dollar as merosot drastis dan hanya tinggal bernilai 30%

Kelebihan reformasi:

  1. Praktik Korupsi,Kolusi dan Nepotisme (kkn) di kalangan para pejabat pemerintahan dan pengusaha dalam kegiatan perekonomian nasoinal semakin banyak ditemukan bukti-buktinya.
  2. Pemerintah tidak lagi otoriter dan terjadi demokratisasi di bidang politik
  3. Peranan militer di dalam bidang politik pemerintahan terus dikurangi

Kekurangan reformasi:

  1. Timor Timur lepas dari wilayah republik indonesia
  2. Konflik antar kelompok etnis bermunculan di berbagai daerah
  3. adanya perangkapan jabatan yang membuat pejabat bersangkutan tidak dapat berkonsentrasi penuh pada jabatan publik yang diembannya
About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: